Tak Benar-benar tahu


Aku tak pernah benar-benar tahu bagaimana perasaanya,

Bagaimana keadaan hatinya,

Karena caranya, mengaburkan semua keterangan, buram.

Kadang dia terlihat seperti sangat simpatik,

Kadang acuh tak bergeming,

Tak kan peduli apa mau sekitarnya,

Yang ia tahu hanya dirinya sendiri,

Kadang dia terlihat seperti penuh pengharapan,

Tapi hanya pada waktu-waktu tertentu

Selain itu, ia bagai seorang yang angkuh yang berkata begini

“aku tidak mau ada yang mengganguku”

Namun apapun itu, aku selalu berusaha menerima nya

Dengan sikap tadi itu,

Kadang aku pun bisa berbuat sebaliknya,

Saat dia penuh pengharapan

Kadang aku mampu berkata

“maaf, aku hanya ingin sendiri saat ini”

Tapi sebaliknya,

Pengharapan yang menghampiriku

Namun apapun itu, aku selalu berusaha sabar akan nya

Karena aku telah menakarkan segenggam untuknya,

Aku meluruskan niat untuknya,

Aku tak ingin menambah kadar pengharapan,

Yang nantinya mungkin akan membuat ku bertambah pedih karena nya

Aku bersyukur Alhamdullillah…

Allah telah menjadikan aku dan dia,

Sebagai kawan, sahabat dan tak tau apa lagi setelah ini,

Jalinan silaturahim yang sudah sepatutnya menjadi kesyukuran yang indah..

ALLAH…ALLAH…ALLAH…

7jan10

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s