Allahu Allahu Rabbi…


Allah…Allah…Allah…Allah…Allah…Allah…Allah…Allah…Allah…

Allah…Allah..Wahai yang Maha Menagasuhku, Maha Menolongku, Maha Mencukupi Tiada bagiku selain Nya.

Wahai Yang Maha Membasahi kaum shalih dengan Semerbak Indah Kelembutan-Nya yang menyeluruh, hingga membuat mereka tenggelam dalam keasyikan dan kelezatan Munajat

Setelah mereka tenggelam dalam asyiknya Kerinduan Pada Mu, maka terlantunlah kalimat indah dari bibir mereka dan mereka meneriakkan Mutiara Hikmah Indah itu tak henti-hentinya hingga mereka kehabisan suara karena asyiknya

Wahai yang mendengki padaku biarkan aku bersama regukan asyikku, dengan kekasihku, tahukah engkau apa yang kumaksud dengan regukan kenikmatan?

Tidaklah kukatakan pada hatiku : “Dimanakah Engkau Wahai Dzat yang Kurindukan?”, maka Dia (Allah) menjawab panggilan hatiku dengan ucapan : “INILAH DIA DZAT YANG KAU SERU…”(Allah selalu menjawab panggilan Hamba Nya yang merindukanNya)

Aku merindukan Yang Maha Agung bila terbuka gerbang Limpahan Kerinduan dan KemegahanNya. Maka Bulan Purnama yang terang benderang pun membias indah dari Cahaya Keindahan Nya

Dan tidaklah aku mampu untuk selalu memanggil nama-Nya,maka apabila telah memuncak Gejolak Dahsyatnya Kerinduanku Pada Nya maka bergeraklah bibirku memanggilnya : “Wahai Dia” (“Wahai Dia” yang dimaksud adalah Wahai Dia yang dengan segala Keindahan Kesempurnaan Nya, penulis syair tak mampu mengucapkan “Wahai Engkau” karena terlalu Dahsyatnya Kerinduan),

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s