Undangan Pernikahan


Assalamu’alaikum warhamatullah wabarakatuh…

Selamat Pagi ceman-cemaannn…

Melihat judul, ini bukanlah undangan pernikahan saya, ini hanya sebuah ulasan tentang undangan pernikahan :p

Betewe, katanya si pemilik blog lagi sibuk yah, tapi ini masih bikin postingan ajah 😀

Maklum, yang pernah nyusun skripsi atau TA pasti paham alessannya *males* :p

Oke, sekarang ijinkan saya membahas tentang “Undangan Pernikahan”.

Ini berdasarkan pengalaman pribadi.

Teman sebaya saya sudah banyak yang sebar undangan pernikahan, khususnya untuk tahun ini lebih banyak dari teman-teman dekat *saya belum tahu kapan* (kagak ditanya juga ya). Ada satu pokok permasalahan yang sebenarnya ingin saya bahas atau paling tidak teman-teman bisa membantu untuk mencarikan solusinya disamping saya pun akan memberikan saran penyelesaiannya.

Media Undangan Pernikahan

Sekarang ini jamannya sosial networking seperti facebook, twitter dan juga BBM. Banyak dari teman-teman yang lebih memilih untuk mengundang lewat media free yang sudah tersedia, seperti facebook yang menyediakan media untuk mengundang teman-teman untuk datang ke berbagai acara yang kita selenggarakan. Tentunya ini menjadi media yang sangat efektif untuk mereka yang lebih sering berinteraksi dengan komputer – internet. Lebih mudah dan cepat tersebarnya informasi dan menghemat biaya cetak undangan juga tentunya. Tapi, bagaimana dengan mereka yang kesehariannya tidak sering berinteraksi dengan komputer – internet?, pastinya mereka lebih membutuhkan media lain untuk mendapatkan informasi atau undangan yang lebih jelas. Bisa lewat sms, telepon maupun undangan hardcopy.

Sebenarnya, manakah yang lebih baik? Terima undangan lewat facebook, sms, bbm grup atau undangan hardcopy?

Apakah perlu ditinjau dari sisi “kesopanan”?

Mungkin masih banyak yang berpandangan bahwa undangan melalui facebook (media sosial) itu tidak resmi dan terkesan hanya basa-basi alias ngundangnya gak niat. Untuk hal ini kadang saya setuju, kadang tidak setuju. Dari pihak yang mengundang, saya tidak tahu jelas, karna meraba-raba alasannya pun, bisa jadi sebuah kesalahan. Tapi dari pihak penerima undangan, saya pribadi beberapa kali merasakan 2 hal tersebut, jika menerima undangan dari teman yang memang jelas-jelas kenal, saya anggap itu adalah undangan resmi dan wajib datang (bila tidak berhalangan) dan jika yang mengundang adalah teman facebook yang tidak terlalu kenal secara personal, tapi hanya kenal di facebook, mohon maaf, saya anggap itu adalah undangan yang hanya basa-basi dan semoga tidak salah ambil tindakan, karena jika saya paksakan datangpun, mungkin yang bersangkutan tidak kenal dengan saya 😀 *malu sendiri*, kecuali undangan tersebut disampaikan dalam inbox secara personal, kemungkinan besar saya usahakan datang atau mungkin lebih enak lagi kalau saya dikirim foto undangannya, lalu tag personally ke akun saya. Ini resmi buat saya :).

Beberapa hari yang lalu, teman saya mengundang lewat facebook dan juga bbm, ini teman sekelas waktu SMEA, rasanya sudah cukup diundang melalui sms, telepon, facebook maupun bbm. Namun, masih ada yang keberatan diundang dalam bentuk seperti itu dan bersikukuh harus mendapatkan undangan hardcopy. Bagi saya wajar saja, mungkin dia menganut pemikiran “kalau tidak ada undangan resmi, saya tidak akan datang” dan itu hak dia :). Namun, ada yang menjadi sorotan, sebelumnya teman saya yang mengundang itu mengatakan bahwa undangan hardcopy untuk kami ada di rumahnya, lalu karena kami aktif di facebook, maka dia undang lewat facebook, lalu apakabar undangan buat kami yang ada di rumahnya? ya gak masalah juga, toh kalau sampai ke rumah saya pun, pasti akan terbengkalai alias lama-lama juga akan terbuang. Selama ini pun begitu, meski ada niat untuk menyimpan undangan-undangan yang bagus untuk referensi nanti jika saya mengundang juga #eh, tapi kenyataannya tetap saja, undangan-undangan itu terbuang :D. Tapi apakah tidak lebih baik, dengan alasan untuk menghemat biaya cetak undangan, mungkin dari awal perencanaan pernikahan diorganisir siapa-siapa saja yang akan diundang melalui media sosial dan siapa-siapa yang akan diundang dengan undangan hardcopy. Kenapa disini saya bilang undangan hardcopy, bukan undangan resmi, karna bagi saya, resmi itu bukan berarti diatas kertas juga, tapi di saat yang mengundang menyebarkan informasi secara serentak ke teman2nya, itu juga sudah bisa dibilang resmi. Paling tidak, ini menurut saya pribadi :).

Jadi, ada beberapa pertanyaan:

1. Sebagai pihak yang mengundang, apakah alasan yang tepat untuk mengundang lewat media sosial sekarang ini?

2. Sebagai pihak yang diundang, bagaimana menyikapi undangan yang kamu terima melalui media sosial?

3. Kamu mau ngundang saya gak kalo nikah? *pertanyaan ngalor ngidul*

4. Kamu kapan nikah? *lebih gak jelas*

Hehe… Temans, pertanyaan 1 dan 2 mohon dijawab dan pasti teman-teman semua punya jawaban yang berbeda2 🙂

Untuk pertanyaan 3 dan 4 itu optional, mau dijawab atau tidak itu sah-sah saja, nilainya tetap 100 kok *dih*

Oke, semua yang saya tulis di atas hanyalah pendapat pribadi, mohon diluruskan kalo belok-belok, kalo gak berurutan, maklumi aja, bukan penulis andal 😀 dan kalo banyak salahnya, mohon dimaafin yaaaaaaaaa 🙂

Makasih yang udah mau mampir, saya pamit.

Wassalamu’alaikum warahmatullah wabarakatuh…

Selamat makan siang :p

*ini ngetiknya dari pagi ampe siang kali yak? pembukaan slmt pagi, penutup selamat mkn siang* :))

Advertisements

8 thoughts on “Undangan Pernikahan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s