#IndonesiaTanpaJIL ??! Why NOT???


Assalamu’alaikum warahamatullah wabarakatuh

Semangat Pagi
Sebelum masuk ke pembahasan, gw bikin pendahuluan dulu ya *efek setelah bikin TA*.
Dear blog, maaf baru bisa bikin postingan lagi di penghujung tahun 2012 ini. Setelah ini
gw bakal berusaha untuk bikin postingan yang lebih banyak dan lebih bermanfaat tentunya.
Btw, makasih untuk do’a temen-temen semua, Alhamdulillah perkuliahan gw selesai dan sedang nunggu wisuda bulan depan *ketauan dibikinnya akhir bulan november* :D.

Oke, sekian pendahuluan, sekarang mari kita lakukan.

Kenapa harus #IndonesiaTanpaJIL? inilah pertanyaan yang sering muncul. Tak jarang juga yang
berpandangan bahwa #IndonesiaTanpaJIL ini hanya kumpulan muslim yang menebar kebencian, kumpulan muslim yang megadu-domba, kumpulan kelompok yang bisa bikin ummat islam terpecah-belah.

Eitsss… jangan panas dulu, kebetulan udara disini *saat nulis ini* sedang mendung akan hujan, jadi stay cool!

Sebelum menjawab macam-macam pandangan di atas, enaknya kita bahas dulu apa itu JIL, karena mungkin banyak juga teman-teman yang belum tahu dan juga, ini ada hubungannya dengan sanggahan atas pandangan-pandangan miring yang saya sebutkan di atas.

JIL? Apaan sih itu?
JIL kependekan dari Jaringan Islam Liberal.

Islam Liberal? Emang ada Islam Liberal? Islam ya Islam aja, kenapa harus pakek embel-embel Liberal?
JIL ini ada penggiat penyebaran paham SEPILIS. SEPILIs adalah kependekan dari Sekularisme, Pluralisme dan Liberalisme.

FYI, Paham SEPILIS ini sudah diharamkan oleh MUI sejak tahun 2005.

Secara umum, liberalisme mencita-citakan suatu masyarakat yang bebas, dicirikan oleh kebebasan berpikir bagi para individu. Paham liberalisme menolak adanya pembatasan, khususnya dari pemerintah dan agama.

Menolak adanya pembatasan dari agama?
Bisakah kita mengambil kesimpulan atas sikap penolakan #mereka? Lalu apa arti sebenarnya dari Islam Liberal?
Mengaku beragama Islam namun menolak adanya pembatasan dari Islam? kalau gw pribadi (semoga gak salah) menganalogikannya seperti ini >> 1 – 1=0.

Agama sendiri berarti A= Tidak, Gama= Kacau, yang kemudian kalau kita sambung artinya menjadi “Tidak Kacau”. Bagaimana caranya biar gak kacau? dibuatlah sistem dan peraturan dan yang bikin adalah Allah. Kemudian ada sekelompok orang yang menolak adanya pembatasan atau peraturan-peraturan yang telah dibuat oleh Allah tersebut. Bisa disimpulkan, bagaimana songongnya sekelompok orang tersebut? Ibarat seorang anak yang gak mau nurut sama orangtuanya, disebut apa? Durhaka. Kalo membangkangnya ke Allah, disebut apa? (silakan jawab sendiri).

Menjalankan perintah-Nya, menjauhi larangan-Nya= Taqwa (tunduk, taat). Lawan dari tunduk/taat adalah membangkang, tidak mau dibatasi, menjalankan larangan-Nya, menjauhi perintah-Nya. Apa gak terbalik nih pemikirannya? Masih bisa diterima akal sehatkah?. Mari tanyakan lagi kepada diri kita masing-masing dan tanyakan pada hati.

Berat banget gak sih ini bahasan gw? Hehehe, gak juga sih ya. Kalau mau tahu, banyak materi yang lebih berat dan sangat berat daripada ini, ini masih mending pake bahasa Indonesia, ada yang pakek bahasa Inggris ditambah dengan istilah-istilah yang… ah sudahlah… semoga kita punya kesempatan untuk mempelajarinya yak, kalo gak, yaaa kita dibohongin terus tuh sama yang “terlihat” pintar :D.

Kenapa harus #IndonesiaTanpaJIL ?
Karena gw pribadi, gak akan pernah rela, bangsa Indonesia ini dibusuki oleh orang-orang yang mengaku intelek, orang-orang yang mengaku santri, orang-orang yang mengaku beragama islam, orang-orang yang mengaku nasionalis, orang-orang yang mengaku cinta negeri, orang-orang yang mengaku pembela HAM, namun membusuki bangsa Indonesia ini dari dalam dengan propaganda dan adu-domba.

Awalnya, gw gak pernah tahu, kalau kegiatan #mereka ini dibiayai oleh negara barat, namun setelah tahu, bener-bener gw makin geram. Dulu pernah lihat tweet tentang seseorang, yang ternyata, setelah ada #IndonesiaTanpaJIL, gw makin paham, tu orang emang gak beres. Dia berpendapat bahwa Jilbab itu tidaklah wajib, oleh karena itu jilbab harus dipakai pada tempatnya, saat pengajian, kalo di kolam renang ya pakek baju renang, bego aja kebalik-balik. Awalnya berfikir, “ini orang gak tau mungkin ya kalo jilbab itu wajib dalam Al-Qur’an?”. Kemudian gw diemin aja deh itu akun twitter itu. Tapi setelah tahu, kalo dia adalah anak dari pemilik pondok pesantren, rasanya aneh kalau dia gak tahu perintah berjilbab ada di dalam Al-Qur’an.

Kenapa harus #IndonesiaTanpaJIL?
Karena gw gak setuju dengan paham yang #mereka sebarkan. Menyamakan semua agama. Padahal udah jelas dalam Al-Qur’an, bahwa Agama yang benar di sisi Allah hanyalah Islam, selainnya salah. Non-muslim gak perlu marah dan protes, karna dalam ajaran Islam begitulah adanya. Non muslim mungkin juga mengajarkan hal yang sama dan kami yang muslim gak perlu protes juga, untukmu Agamamu, Untukku Agamaku. Bukan Untukmu agamaku,
untukku agamamu. Bukan “Tuhan semua Agama”, namun Tuhan semesta Alam, tuhan penguasa segala di dunia
dan di akhirat. Jadi bagian mana yang perlu pembenaran atas paham-paham yang #mereka sebarkan tersebut di atas?

Berikut arti SEPILIS dengan bahasa yang sederhana:

Sekularisme Agama: Memisahkan urusan dunia dengan agama. meyakini Dien Islam telah sempurna sekaligus syumul (lengkap, komprehensif) adalah bagian dari rukun Iman.

…. Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu ni’mat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu, ….”. (Al-Maaidah: 3)

Pluralisme Agama: Mengajarkan bahwa semua agama adalah sama. Padahal Agama yang benar di sisi Allah, hanyalah Islam. Sesungguhnya agama (yang diridhai) disisi Allah hanyalah Islam.

“Tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Al Kitab kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian (yang ada) di antara mereka. Barangsiapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah maka sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya”. (Ali-Imran: 19)

Liberalisme Agama: Memahami nash-nash agama (Al-Qur’an dan Hadist) dengan menggunakan akal pikiran yang bebas. Kalo gak salah ini namanya Ijtihad, namun gak sembarang muslim bisa menggunakan metode Ijtihad.
Apalagi orang awam kaya kita-kita ini, yang baca Al-Qur’an aja masih jarang.

Kenapa harus #IndonesiaTanpaJIL?
Karena JIL mendukung LGBT (Lesbi, Gay, Bisex & Transgender), dalam Islam? Dilarang. (Kisah Nabi Luth)
Karena JIL mendukung pernikahan beda agama, dalam Islam? cari yang se-iman.

Seorang wanita dinikahi karena empat perkara: karena hartanya, keturunannya, kecantikannya dan agamanya. Maka pilihlah wanita yang mempunyai agama, niscaya kamu beruntung. [HR. Bukhari dan Muslim]

Karena JIL mendukung RUU KG (Rancangan Undang-Undang Kesetaraan Gender), wanita disetarakan dengan laki-laki, ini namanya melawan fitrah, dalam Islam wanita di muliakan, namun laki-laki tetap yang menjadi pemimpin, fitrahnya, laki-laki itu kuat, wanita itu lemah, jadi gak perlu lagi setara2an, emangnye Sekolahan swasta? (status: disamakan) #eh

Karena JIL mendukung dan membela minoritas yang SALAH. membela Ahmadiyah yang jelas-jelas sESAT
Karena JIL merusak pikiran pemuda-pemudi bangsa
Karena JIL menyebarkan paham-paham atau pemikiran liberal mereka melalui sekolah-sekolah dan juga kampus-kampus, terutama kampus2 Islami.
Karena JIL meragukan kefinalitasan Nabi Muhammad SAW.
Dengan alasan-alasan di atas, Kenapa Tidak??? gw menolak JIL hadir di dalam keluarga dan bangsa gw.

Lalu apakabar dengan hati kita? alasan-alasan di atas harusnya bisa dijadikan dasar untuk kita agar berpikir dan bergerak. Apa yang salah dengan seorang warga negara dan seorang anak yang ingin keluarga dan bangsanya terlindungi dari pembusukkan?

#IndonesiaTanpaJIL ??! WHY NOT??? 🙂

So, gimana? setelah ini, masih mau diam lihat ummat muslim di adu-domba oleh #mereka?
Masih tinggal merasa damai lihat Islam diacak-acak oleh #mereka?
Langkah awalnya ada dalam diri kita sendiri, kalo lw gak rela agama lu diacak-acak, dilecehkan dan diperolok,
berdiri deh, trus buka mata, kalo perlu ucapkan dengan lantang, kalo lw mau #IndonesiaTanpaJIL.
Selama ini udah cukuplah jadi pribadi yang cuma mikirin diri sendiri, yang cuma mikirin besok gw makan apa?
yang cuma mikirin besok gw nonton film apa ya, sama siapa ya?. Udah cukup anak muda Indonesia nge-bebek pemikiran bebasnya JIL. Gw dulu termasuk yang berfikir liberal. Dulu gw gak begitu perduliin orang berbuat maksiat, selama dia gak nyenggol gw, selama dia gak ganggu hidup gw, tapi ternyata gak begitu yang sebenarnya, maksiat itu harus dicegah oleh masing-masing kita.

Dalam hadist disebutkan: “Dari Abu Sa’id Al Khudry -radhiyallahu ‘anhu- berkata,  saya mendengar Rasulullah shallallahu ‘alahi wa sallam bersabda, “Barang siapa di antara kamu yang melihat kemungkaran, maka hendaklah ia merubah (mengingkari) dengan tangannya, jika tidak mampu hendaklah ia merubah (mengingkari) dengan lisannya, jika tidak mampu hendaklah ia merubah dengan hatinya, dan itulah keimanan yang paling lemah.” (HR. Muslim no. 4),

dan saat ini, Alhamdulillah mata gw udah terbuka dan berusaha BERGERAK semampu gw.

Meski itu hanyalah selemah-lemahnya iman 😦

Mulai dari diri sendiri, kemudian kabarkan kepada keluarga, jangan sampe keluarga kita terkena virus-virus JIL (SEPILIS). Seiring dengan edukasi keluarga, lw semua bisa gabung dan bergerak bersama mengajak dan mengedukasi lingkungan sekitar dengan cara aktif bersama aktivis #IndonesiaTanpaJIL.

Semoga tulisan diatas menjawab segala pertanyaan dan pernyataan miring tentang #IndonesiaTanpaJIL

#IndonesiaTanpaJIL ??! WHY NOT??? 🙂

How to join?
Follow twitter @TanpaJIL kemudian juga @itjjakarta_
Like FanPage #IndonesiaTanpaJIL di Facebook
Kunjungi channel youtube #IndonesiaTanpaJIL
dan juga kunjungi http://www.indonesiatanpajil.com

#MariBerpikir
#MariBerpikir
#MariBerpikir

Untuk pengetahuan yang lebih banyak lagi cek referensi banyak link artikel di blognya Bang @malakmalakmal

Udah kebanyakan yah ini, moga gak capek bacanya 😀

Nanti dilanjut dengan judul berbeda :p

Wassalamu’alaikum warahmatullah wabarakatuh.

Advertisements

2 thoughts on “#IndonesiaTanpaJIL ??! Why NOT???

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s