Kesalahan Terindah

Kayaknya saya perlu membahas tentang 2 kata di atas, yang dalam kesempatan kali ini saya jadikan judul postingan di blog yang (lagi) sudah lama gersang, setidaknya oleh tulisan sendiri, karena sebelumnya hanya copas astikel atau potongan cerita dari penulis yang bukunya best seller, eh ga penting juga sih mau best seller apa gak, yang penting isinya mengandung hikmah, dan hikmah yang baik tidak hanya ada di buku penulis terkenal, mungkin kalo kamu nulis buku juga bisa! Asalkan nulisnya dengan sepenuh jiwa dan raga… aaaaaaakkk… makin melebar ini penjelasannya.

Oke, kembali lagi. Kata-kata ‘kesalahan terindah’ sering kita dengar belakangan ini (kita? oke, saya aja deh). Dan setelah saya coba telusuri pelan-pelan, biasanya hal itu berhubungan dengan sesuatu yang negatif (iyalah, namanya juga salah). Contohnya, Selingkuh dengan mantan kekasih atau….. bandel/ nakal di masa muda, ujian nyontek tapi dapat nilai 100 atau lainnya yang sengaja disebut-sebut sebagai kesalahan terindah.

Dilihat dari arti kata ‘kesalahan’ dan ‘terindah’ ini kontradiktif. Seakan-akan membenarkan sebuah kesalahan. Padahal, kesalahan tetaplah kesalahan. Keindahan sudah tentu mendekati sempurna, buat saya, indah itu bebas dari salah.

Tapi saya mencoba menerka maksud sebagian dari kita yang sering menyebut ‘kesalahan terindah’ mungkin maksudnya, kita sadar bahwa apa yang kita lakukan itu salah, tapi gak apa-apa lah, toh sudah lewat, lumayan juga buat dijadiin kenangan, meski salah tapi tetap indah. heu heu… maksa… dan ini murni terkaan saya yah!

Nah, sekarang saya paparkan pendapat saya pribadi. Saya hanya mencoba meluruskan pemahaman, setidaknya buat diri sendiri. Kesalahan tetaplah kesalahan, harus diperbaiki dan dijadikan pelajaran untuk masa yang akan datang untuk tidak lagi mengulanginya. Disebut ‘terindah’ adalah bagaimana kita menyikapi kesalahan tersebut? bersyukurkah kita karena masih diperlihatkan kesalahan-kesalahan kita dan diberikan kesempatan untuk memperbaikinya, oleh Allah?. Bagaimana kalau kita tidak pernah sadar dengan kesalahan-kesalahan kita kemudian berjalan dengan santainya padahal dosa-dosa selalu mengikuti langkah kita?. Ahiww.. ini serius man seriuuusss hahaa.

Jadi cukuplah dikatakan kesalahan terindah kalau kita sadar itu salah dan indah jika kita memperbaikinya, pertolongan Allah lah yang membuat semuanya Indah. Bukan dijadikan sebagai pembenaran atas kesalahan yg pernah kita perbuat.

Sekali lagi ini murni buah hasil pemikiran iseng-iseng saya. Jika benar, datangnya dari Allah. Jika salah, pastinya dari diri saya pribadi. untuk itu saya mohon maaf.

Wallahua’lam.
Syemoga bermanfaat.
27 September 2013

Advertisements