Sombong dalam Kesendirian


Suatu hari, Umar berceramah di atas mimbar. Kaum Muslim siap menyimak dengan takzim setiap kata yg terucap dari bibir Sang Khalifah. Beliau menceritakan masa lalu beliau.

“Wahai para hadirin, bukankah kalian mengetahui bahwa aku pernah menggembala kambing dan unta milik bibi-bibiku dari Bani Makhzum. Aku diupah dengan segenggam kurma atau kismis. Itulah aku, hanya seorang penggembala”, kata Umar di hadapan jamaah shalat. Setelah itu Umar turun dari mimbar.

Abdurrahman bin ‘Auf segera mendekati Umar seraya bertanya, “Wahai Amirul Mukminin, mengapa engkau mencela diri sendiri?”.

Umar menjelaskan bahwa pernah dalam kesendiriannya ada suatu kesombongan dalam dirinya. Maka beliau ingin menyadarkan diri beliau tentang hakikat yg sebenarnya, bahwa beliau tidak lebih hanya seorang penggembala.

– The Golden Story of Umar bin Khaththab

Apalah aku? apalah kami? tiada sebanding apa yg aku lakukan untuk Islam dibandingkan dengan yg dilakukan oleh salah seorang sahabat Rasulullah SAW, sekaliber Umar bin Khaththab (Radhiallahu ‘anhu).

Sombong dalam kesendirian bahkan lebih kencang lagi sombong dalam keramaian.

Astaghfirullah wa atuubuilaih…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s