Tak Selalu, Tak Selamanya


Tak selamanya ahli biologi mampu menjalankan kehidupannya dengan baik sebagaimana yang ia jabarkan di dalam kelas.

Tak selamanya pula, dokter psikolog mampu mengatasi permasalahan-permasalahan rumit dalam kehidupannya.

Tak selamanya, penulis terkenal dengan predikat buku yang selalu best seller mampu menciptakan perjalanan hidup secantik karya yang telah ia tuliskan.

Tak selamanya, seorang akuntan bisa mengatur keuangan pribadinya dengan baik, padahal untuk suatu perusahaan ia begitu teliti dan jeli mengatur penerimaan dan pengeluaran.

Tak selamanya, yang memberi manfaat itu haruslah yang kaya, haruslah yang pintar, haruslah yang berdasi, haruslah yang bermobil.

Tak selamanya, yang memberi inspirasi itu haruslah menjadi guru, haruslah menjadi ustadz/ustadzah, haruslah menjadi motivator.

Lalu, jika kamu bukanlah bagian dari apa yang tersebutkan di atas, lantas kau tak berbuat apapun untuk memberikan suatu manfaat, barang sedikitpun?

Lantas, kebahagiaan seperti apa yang kamu dapatkan? kalau bukan tersebab oleh senyuman tulus para penerima kasih sayang.

Tak perlu menjadi sesuatu untuk berbuat sesuatu, karena dengan berbuat sesuatulah, kau akan menjadi sesuatu.

Tak perlu menunggu kaya untuk jadi yang dermawan.

Kamu cuma perlu keberanian, berkarya, apapun itu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s