Kepercayaan Juga Amanah


Kepercayaan adalah suatu hadiah, ia muncul karena akumulasi dari sikap diri yang mampu mempertanggungjawabkan sebuah tugas, sekecil apapun tugas itu. Kepercayaan adalah amanah.

Sahabat Rasulullah SAW, Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu’anhu berkata:

Orang yang berkata jujur itu akan mendapatkan 3 hal, yaitu kepercayaan, cinta dan rasa hormat.

Jelaslah kiranya, bahwa kepercayaan yang kita dapatkan kini adalah sebab dari adab (sikap) kita selama ini. Maka, janganlah sampai kepercayaan yang telah kita tuai berkat penjagaan sikap kita selama ini, menjadi tak ada harganya ketika kita menghancurkan sebuah kepercayaan tersebut.

Saya tak ingin terlalu jauh membahas tentang kepercayaan orang lain. Saya akan bahas diri saya sendiri. Saya adalah salah satu orang yang punya masalah dengan “kepercayaan”. Pasalnya, saya termasuk orang yang tidak bisa dengan mudah mempercayakan sesuatu kepada orang yang belum saya kenal betul sikap dan sifatnya. Contohnya, saat saya punya satu tugas yang harus saya selesaikan, sementara itu saya berhalangan sekali untuk mengerjakannya, maka tugas itu tidak akan saya berikan kepada siapapun yang tidak saya kenal, malah kalau bisa saya paksakan diri untuk melaksanakan tugas itu. Lebih parah lagi, saat saya masih kuliah, saya sangat tidak bisa percayakan pekerjaan kelompok kepada teman-teman yang saya tahu, mereka tidak bisa diandalkan. Semoga bukan karena sombong, tapi ketakutan saya hanyalah, jika saya serahkan semua pekerjaan kelompok kepada teman-teman saya itu, nilai mata kuliah itu tidak maksimal padahal masih bisa diusahakan untuk maksimal, dan soal nilai, saya benar-benar tidak mau ambil resiko. Bahkan, kalau bisa tanpa berkelompok, saya akan kerjakan tanpa berkelompok. Kecuali, dengan teman yang saya tahu benar sikap dan sifatnya. Pekerjaan kelompok seperti apapun, akan saya percayakan kepada mereka. Ditambah dengan saya yang memang selalu tampil sempurna. Terutama saat presentasi kelompok di kelas. Hehe

Memperbaiki? Yak, setidaknya sekarang ini saya sedang memperbaiki masalah kepercayaan yang ada di diri saya. Belakangan ini, saya lebih sering memaksakan diri untuk mempercayakan suatu tugas atau amanah kepada orang yang saya percaya. Terpaksa maupun tidak, saya memang harus melimpahkannya. Tak jarang, hasilnya diluar ekspektasi. Tapi, sering juga berjalan lancar. Alhamdulillah. Malah membantu meringkankan pekerjaan saya. Belum sembuh betul, tapi saya harus tetap belajar mempercayai orang lain. 😀

Di sisi lain, ada sebuah peribahasa mengatakan

Sekali lancung ke ujian, seumur hidup orang tidak akan percaya.

Artinya, sekali saja kita berbohong, selamanya orang tidak akan percaya kepada kita. Sejalan dengan itu, beberapa hari lalu saya punya masalah dengan salah satu perusahaan telekomunikasi terkemuka di Indonesia. Karena sudah saking seringnya dikecoh oleh perusahaan ini, saya agak ogah-ogah-an berurusan dengan perusahaan ini. Namun, karena tak ada pilihan lain, mau tak mau saya harus tetap berurusan dengan mereka. Keengganan saya dengan perusahaan ini adalah hasil akumulasi dari banyaknya masalah dengan perusahaan tersebut. Jadi saya agak hati-hati untuk kedepannya. Tentu, tidak hanya perusahaan, ini berlaku untuk manusia pun.

Sekali saja seseorang yang kita berikan kepercayaan itu mengkhianati kepercayaan kita, rasanya sulit sekali mempercayainya untuk yang ke-dua, ke-tiga dan kesekian kalinya lagi. Memaafkan mungkin bisa, namun mempercayainya lagi? Sepertinya perlu pikir-pikir lagi.

Hal ini tentu berlaku pula untuk diri saya sendiri. Maka, tak ada yang lebih benar lagi, kecuali berkata jujur dan menjaga kepercayaan/amanah yang telah dihadiahkan kepada kita.

Termasuk kepercayaan Allah kepada kita untuk mempimpin diri kita sendiri.

Selamat berjuang!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s