Setidaknya, Beginilah…


Setidaknya, beginilah kisah para pejuang.

Mereka mempertahankan apa-apa yang mereka yakini adalah suatu kebenaran. Tak mungkin jalan selalu tenang. Sejarah membuktikan, bahwa dalam mempertahankan nilai-nilai kebenaran, pasti akan selalu ada rintangan. Bentuknya bisa jadi macam-macam, hinaan, cibiran dan cacian, meski biasanya lebih banyak didapatkan dari para musuh-musuh kebenaran, tak jarang, hal serupa datang dari kawan seperjuangan.

Hinaan yg datang dari para musuh, sudah barang tentu masuk ke dalam daftar pertahanan. Tapi, hinaan menjatuhkan yg datang dari kawan yg nyatanya sama dalam mempertahankan kebenaran, lebih sering tak sanggup dikuasai. Kadang salah sikap dalam menanggapi. Kadang salah ucap dalam mengomentari. Bahkan kadang sampai menusuk hati-hati kawan lainnya.

Barangkali, inilah problematika para pejuang. Syaitan tak ‘kan puas sebelum dia benar-benar mengalahkan manusia. Tak mampu menghancurkan kebenaran yg diperjuangkan, syaitan terus berusaha merobohkan hati-hati para pejuang, membuat syak wasangka dalam diri-diri pejuang, mengobok-obok perasaan orang-orang yg berjuang itu, sampai tumpah ruah iri, dengki, bahkan benci. Padahal, kebenaran yg mereka usung, adalah lebih penting daripada prasangka-prasangka yg terlanjur telah ditanamkan oleh syaitan.

Lalu dengan hati yang selalu meminta petunjuk dari Rabb semesta alam, apakah para pejuang lebih mengedepankan keegoisan dan gengsi, dibanding persatuan dan kejayaan yg telah Allah janjikan?

Mintalah fatwa pada hatimu…

~

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s