Gojek & Hakikat Rezeki


Go-Jek merupakan salah satu aplikasi android yang menyediakan Ojek di Jakarta. Suatu cara dalam digitalisasi jasa layanan Ojek. Setidaknya ada 3 pilihan jasa yang bisa dimanfaatkan yaitu Instant Courier, Transport & Shopping.  Layanan Gojek ini sangat mudah diakses, karena terintegrasi dengan smartphone dan tarifnya pun relatif murah. Oleh karenanya, saat ini Gojek cukup diminati oleh para pengguna jasa layanan Ojek di Jakarta.

Hari ini, saya melihat ada keluhan dari pelanggan Gojek. Tapi maaf, bukan karena layanan Gojek yang tidak memuaskan, namun karena reaksi para tukang ojek yang tidak tergabung dalam perusahaan Gojek ini. Pasalnya, salah seorang pengguna jasa Gojek ini bercerita bahwa ada sekelompok Tukang Ojek yang menghalangi Karyawan Gojek yang dipesannya untuk menjemput, yang paling tidak mengasyikkan adalah mereka menghalangi Karyawan Gojek itu dengan cara memukul dan lainnya.

Mirisnya hati, mengetahui hal seperti ini. Tapi beginilah potret kehidupan masyarakat kita. Ambil contoh real-nya ya di Jakarta. Jangankan Gojek (yang notabene sama-sama usaha Ojek), bahkan angkutan umum yang mempunyai trayek di daerah rumah saya-pun sudah pernah mengalami hal serupa. Para Tukang Ojek setempat memberlakukan aturan setelah jam 9 malam, angkutan umum tidak boleh lagi beroperasi, selanjutnya adalah jatah Ojek. Pernah suatu ketika, ada supir angkutan umum itu yang melanggar, kemudian ribut dan ramailah suasana. Seperti biasa, kekerasan kerap terjadi. Dan setelah kejadian itu, rasanya tak ada lagi supir angkutan umum yang berani melanggar aturan/kesepakatan tersebut.

Tentunya, dalam hal ini Gojek harus menyadari, bahwa dia menjadi pesaing Tukang Ojek biasa lainnya saat ini. Inilah kenyataan yang mau tidak mau harus dihadapi oleh Perusahan Gojek. Jika ingin terus hidup dan bertahan lama, mereka harusnya mempunyai win win solution terhadap persoalan ini. Semoga Gojek bisa mengambil langkah yang tepat dan nyata. Karena sebelum mind set Tukang Ojek setempat ini berubah, maka persoalan ini akan selalu muncul.

Maka benar adanya, bagi yang sudah memahami hakikat rezeki. Bahwa rezeki adalah rahasia Allah, tak akan pernah tertukar dan tak akan pernah salah sasaran. Karena Allah sendiri yang sediakan untuk hamba-Nya. Sekuat apapun manusia-manusia di bumi ini menghalangi rezeki yang memang ditujukan untuk kita, rezeki itu akan menjadi milik kita dengan jalan yang Allah pilihkan. Begitupun sebaliknya, sepayah apapun manusia-manusia di bumi ini mengumpulkan/menghimpun rezeki bagi kita, namun jika itu memang bukan ditujukan untuk kita, tak akan pernah kita miliki. Persoalannya sekarang adalah seyakin apa kita kepada Allah Yang Maha Kaya? Sekuat apakah kita berusaha mencari rezeki di bumi Allah yang begitu luasnya? Sedalam apakah kita percayakan Hidup, Mati, Jodoh dan Rezeki kita kepada Allah?

Sepertinya memang, kita harus lebih banyak belajar lagi, lagi, dan lagi…

Bahkan, untuk skala lingkungan-masyarakat, mereka yang sudah pahami tentang hakikat inilah yang berkewajiban untuk memahamkan masyarakat luas, tentang bagaimana kita menyikapi hal seperti tersebut di atas.

Inilah bagian terkecil dari masalah ummat, kita mau ambil bagian mengedukasi atau hanya duduk manis memberi komentar sana-sini?  (teruntuk yang menulis ini).

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s