Menyambut Ramadhan?


Hari ini adalah hari terakhir di bulan sya’ban, artinya besok sudah masuk ke bulan Ramadhan, bulan suci nan penuh berkah berlimpah. Sudah sepatutnya kita bersyukur karena sampai saat ini masih diberikan kesempatan oleh Allah untuk bertemu kembali dengan bulan Ramadhan.

Seperti yang sudah kita ketahui, ummat muslim begitu bergembira menyambut kedatangan bulan yang ditunggu-tunggu ini. Mulai dari menghitung mundur sejak 100 hari sebelum bulan Ramadhan datang, sampai terselenggaranya kajian-kajian menyambut bulan Ramadhan, berisi ilmu beribadah di bulan Ramadhan dan yg berhubungan dengan puasa. Bagi sebagian muslim yang sudah benar-benar memahami keutamaan dan keindahan bulan suci Ramadhan, mereka benar-benar mempersiapkan diri untuk Ramadhan.

Sebagian muslim lainnya pun sama, ikut bergembira, bulan Ramadhan adalah waktunya untuk memperbanyak ibadah, perbanyak sedekah, zakat, silaturahim dengan kawan-kawan di saat buka puasa bersama pun masuk dalam jadwal Ramadhan. Namun sebagian muslim ini tak sesiap sebagian muslim yg pertama. Karna masih banyak sekali muslim yg belum memahami esensi dalam berpuasa dan beribadah di bulan Ramadhan.

Ada yang bahkan sebelum bulan Ramadhan tiba, sudah siap-siap membeli pakaian baru, memesan kue lebaran dan membuat jadwal pertemuan untuk berbuka puasa bersama dengan rekan-rekan semasa SD, SMP, SMA/SMK, Kampus, Kantor dan tak ketinggalan rekan komunitas. Sayangnya, hal yang paling sering terabaikan adalah waktu berbuka bersama keluarga, coba kita hitung ulang, Ramadhan tahun lalu lebih banyak dengan siapakah kita berbuka bersama keluarga? ajang di mana seluruh keluarga berkumpul dan bercengkrama. Penulis tak jarangpun mengabaikan hal ini. Mungkin lebih sering berbuka di kantor dibanding di rumah, alasannya pekerjaan yg belum selesai atau menghindari macet di jalan. Klise, tapi menjadi wajar kalau alasan ini dipakai oleh pekerja di daerah Jakarta.

Kembali lagi ke inti pembicaraan kita. Banyak yang menuliskan kata-kata: “Marhaban Yaa Ramadhan”, namun entah bagaimana di dalam diri para penulis kata-kata tersebut. Banyak yg benar-benar menunggu kedatangan bulan Ramadhan, bersungguh-sungguh menginginkan kedatangannya. Tapi, tak sedikit juga yg menjadikan kata-kata itu hanya sebagai gombalan, ikut-ikutan agar sama dengan teman-teman.

Oh tidak, tulisan ini bukan untuk membahas isi hati orang lain. Tulisan ini untuk si penulis saja. Bisa jadi, yang suka menggombal itu adalah si penulis ini. Tujuannya untuk kembali mengingatkan diri, bahwa Ramadhan Suci sudah benar-benar di depan mata. Jangan sia-siakan Ramadhan. Jangan jadi jelmaan syaitan yg hakikatnya telah Allah belenggu di bulan ini. Maksimalkan ibadah, perbanyak sedekah, lipatgandakan iman.

Jadikan keimanan yg akan ditumbuhkan di bulan Ramadhan,  sebagai pemacu ibadah di bulan setelahnya. Karna setelah atau sebelum Ramadhan, ibadah kita harus tetap terjaga. Karna ibadah maksimal bukan hanya di bulan Ramadhan, tapi memang Ramadhan adalah bulan spesial dari Allah, maka manfaatkan!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s