Wanita Ini Menyulitkan

“Ck, ah! Wanita ini menyulitkanku saja.” gerutunya dalam hati sambil memandang ulang percakapannya dengan seorang wanita di whatsapp.

Laki-laki itu kemudian menyeruput kopi hitam yang baru saja tersedia di mejanya.
Tepatnya di salah satu sebuah kedai kopi di bilangan Yogyakarta.

Bagaimana tak membuatnya sulit?
Sudah jauh dia berlari sampai ke ujung hutan,
tapi wajah wanita itu tetap saja menempel di matanya.

Sudah puluhan pantai dikunjungi dan ratusan kali ia berenang,
menyelam ke dasar lautan,
namun wanita itu masih tetap tinggal di pikirannya.

Sudah berkali-kali gunung tinggi didakinya,
tetap saja wanita itu hadir dalam langkahnya.

Apalagi, ditambah dengan percakapan kecil dengannya tadi sore.
Sungguh membuatnya begitu gamang.
Entah, harus dengan cara apa ia meninggalkan.

Sedangkan, laki-laki itu harus mengurusi banyak hal.

Meski wanita itu adalah termasuk hal yg akan diurusinya,
tapi bukan sekarang.

Hal yang paling ingin dilakukannya saat ini hanyalah “menjaga perasaan”,
pastinya ini untuk kebaikan dirinya sendiri.

Pergilah, aku akan baik-baik saja.

Sebuah pesan masuk dari wanita itu. Laki-laki itu, bukannya malah lega,
kini ia berlari meninggalkan kopi hitamnya. Entah ke mana.

Jatiwaringin, 18 September 2015

Advertisements