Menurutmu, Aku Harus Apa?

Menurutmu, aku harus apa?

Ada sebuah waktu di mana kita (ah, mungkin aku saja) ingin sekali menghilang dalam seketika.

Ada pula waktu di mana aku ingin sekali tak dikenali, oleh siapapun di dunia ini.

Menurutmu, aku harus apa?

Advertisements

Ayah

Ayah!

Seseorang yang dulu aku panggil, “Apa” (dalam bahasa minang yang berarti Ayah)

Saat pindah ke Ibukota, aku terkena racun, teman-teman sebayaku memanggil Ayah nya dengan sebutan “Papa”. Kupikir, tak jauh berbeda dengan panggilan ku kepada “Apa”. Dikemudian waktu, aku berusaha memanggilnya dengan sebutan “Papa”, dan beliau menjawab “Jangan panggil Papa, karena orang seperti kita, rasanya kurang tepat memanggil dengan sebutan Papa, lagipula aku bukan siapa-siapa”.

Awalnya ku pikir aneh, namun iya jua lah pikirku sejenak kemudian, kami hanya keluarga sederhana. Dan selajutnya aku belajar memanggil “Ayah”, seperti anak bayi belajar berjalan, kadang ku panggil Ayah, kadang ku panggil Papa, kadang kembali ke “Apa” :D.

Ayah?!

Seseorang yang aku tak pernah merasakan kelembutan dari nya, terhitung sejak aku mampu berjalan diatas kaki ku sendiri, mungkin?!

Seseorang yang tak pernah mampu mengungkapkan rasa dengan bicara, tak juga dengan cinta

Jika kalian sering pergi tamasya bersama Ayah, dengan aku tidak begitu

Jika kalian sering diajak bermain meski hanya sesaat sebelum Ayah berangkat bekerja, dengan aku bukan begitu

Jika kalian sering bermanja-manjaan dengan Ayah, dengan aku mungkin bukan tidak begitu

Bukan, tidak begitu?! Continue reading