IKHLAS bag.2

Assalamu’alaikum….

Selamat siang para pembaca…*lagi-lagi gue pedeh bangat ada yang baca ne Blog* hehehehe 😛

sesuai dengan keadaan hati gue saat inih…yah..melllow2 gitu…terus sedih2 gemana getcu…dan keinginan untuk terus tersenyum dan tertawa begitu merasuki otak gue…tapi disini, gue ga tau bisa mewujudkannya ato ga..yang jelas gue berusaha untuk mencari jalan agar gue tetap tersenyum dan bahkan tertawa, terus memberikan aura bahagia disekeliling gue…

dan mungkin sekarang lah waktunya gue untuk tak terus mikirin diri sendiri, karna gue sadar gue punya Keluarga yang gue sayangi…Teman, sahabat dan yang terpenting Allah SWT, yang Maha Segalanya…mereka semua masih di sisi gue, dan ga kan ninggalin gue… dan disaat mereka akan pergi satu per satu yang harus gue lakukan untuk mengobati hati adalah enjoy, relax, hati ini harus tetap tenang dan kunci nya adalah IKHLAS…

sebelumnya gue dah pernah posting puisi/kumpulan kata2 yang berjudul IKHLAS juga, puisi itu baru aja jadi….dan mungkin Allah mendengar doa2 gue yang terucap di dalamnya, dan lalu menghadirkan seseorang, yang gue pikir untuk menggantikannya, tapi ternyata, cobaan gue ga sampe disitu…ternyata dia juga bakal pergi dengan baik-baik dari gue,,,gue tau, hal yang akan terjadi besok yang tau cuma Allah…tapi kenyataan nya saat ini gue harus sadar dia harus pergi…dan lagi…lagi…dan lagi…semua terjadi lagi bahkan lebih menyakitkan kali ini…

sepupu gue bilang

niel, lo inget waktu sekolah ga? kalo lo pengen naik kelas, lo harus melewati dlu yang namanya UJIAN, dan kalo lo lulus, baru lo bisa naek kelas. dan sekarang gimana caranya lo bisa  melewati ujian ini, kalo lo lulus berarti lo naik 1 tingkat lagi

hufffff……ALhamdulillah…ga hanya sepupu gue itu yang menyadarkan gue, bahkan dia pun selalu menenangkan hati gue, dan selalu mengatakan bahwa semua nya akan baik-baik saja. ya…life must go on.dan gue akan melewati ujian ini dengan mencoba dan belajar untuk IKHLAS lagi… meski sulit, tapi gue tetap berusaha, gue percaya banget janji Allah ya Rabb, gue percaya ALLAH maha Adil, Allah maha penyayang, ALLah maha mengetahui apa yang kita butuhkan dibanding apa yang kita minta…Allah….Allah..ALlah… ada hal yang gue sadari bahwa ga hanya gue yang sedang menghadapi Ujian ini, ternyata banyak di sekeliling gue bahkan mungkin lebih dari gue…untuk itu, gue mencari-cari arti sebuah ke Ikhlasan yang sebenarnya dan mudah2an dari semua yang terjadi akan memberikan banyak maanfaat bagi diri gue sndiri bahkan bagi orang2 yang ada di sekeliling gue… inilah, artikel yang gue dapet dari Daarut Tauhid Jakarta

Ciri-ciri dari orang yang memiliki keikhlasan diantaranya :

1. Hidupnya jarang sekali merasa kecewa, Orang yang ikhlas dia tidak akan pernah berubah sikapnya seandainya disaat dia berbuat sesuatu kebaikan ada yang memujinya, atau tidak ada yang memuji/menilainya bahkan dicacipun hatinya tetap tenang, karena ia yakin bahwa amalnya bukanlah untuk mendapatkan penilaian sesama yang selalu berubah tetapi dia bulatkan seutuhnya hanya ingin mendapatkan penilaian yang sempurna dari Allah SWT.

2.Tidak tergantung / berharap pada makhluk Sayyidina ’Ali pun pernah berkata, orang yang ikhlas itu jangankan untuk mendapatkan pujian, diberikan ucapan terima kasih pun dia sama sekali tidak akan pernah mengharapkannya, karena setiap kita beramal hakikatnya kita itu sedang berinteraksi dengan Allah, oleh karenanya harapan yang ada akan senantiasa tertuju kepada keridhaan Allah semata.

3.Tidak pernah membedakan antara amal besar dan amal kecil Diriwayatkan bahwa Imam Ghazali pernah bermimpi, dan dalam mimpinya beliau mendapatkan kabar bahwa amalan yang besar yang pernah beliau lakukan diantaranya adalah disaat beliau melihat ada seekor lalat yang masuk kedalam tempat tintanya, lalu beliau angkat lalat tersebut dengan hati-hati lalu dibersihkannya dan sampai akhirnya lalat itupun bisa kembali terbang dengan sehat. Maka sekecil apapun sebuah amal apabila kita kerjakan dengan sempurna dan benar-benar tiada harapan yang muncul pada selain Allah, maka akan menjadi amal yang sangat besar dihadapan Allah SWT.

4. Banyak Amal Kebaikan Yang Rahasia Mungkin ketika kita mengaji dilingkungan orang banyak maka kita akan mengaji dengan enaknya, lama dan penuh khidmat, ketika kita shalat berjamaah apalagi sebagai imam kita akan berusaha khusyu dan lama, tapi apakah hal tersebut akan kita lakukan dengan kadar yang sama disaat kita beramal sendirian ? apabila amal kita tetap sama bahkan cenderung lebih baik, lebih lama, lebih enak dan lebih khusyuk maka itu bisa diharapkan sebagai amalan yang ikhlas. Namun bila yang terjadi sebaliknya, ada kemungkinan amal kita belumlah ikhlas.

5. Tidak membedakan antara bendera, golongan, ras, atau organisasi Fitrah manusia adalah ingin mendapatkan pengakuan dan penilaian dari keberadaannya dan segala aktivitasnya, namun pengakuan dan penilaian makhluk, baik perorangan, organisasi atau instansi tempat kerja itu relatif dan akan senantiasa berubah, banyak orang yang pernah dianggap sebagai pahlawan namun seiring waktu berjalan adakalanya berubah menjadi sosok penjahat yang patut diwaspadai. Maka tiada penilaian dan pengakuan yang paling baik dan  yang harus senantiasa  kita usahakan adalah penilaian dan pengakuan dari Allah SWT. Begitu besar pengaruh orang yang ikhlas itu, sehingga dengan kekuatan niat ikhlasnya mampu menembus ruang dan waktu. Seperti halnya apapun yang dilakukan, diucapkan, dan diisyaratkan Rasulullah, mampu mempengaruhi kita semua walau beliau telah wafat ribuan tahun yang lalu namun kita senantiasa patuh dan taat terhadap apa yang beliau sampaikan. Bahkan orang yang ikhlas bisa membuat iblis (syaitan) tidak bisa banyak berbuat dalam usahanya untuk menggoda orang ikhlas tersebut. Ingatlah, apapun masalah kita kita janganlah hati kita sampai pada masalah itu, cukuplah hanya ikhtiar dan pikiran saja yang sampai pada masalah tersebut, tapi hati hanya tertambat pada Allah SWt yang Maha Mengetahui akan masalah yang kita hadapi tersebut.
Semoga Allah SWT membimbing kita pada jalan-Nya sehingga kita bisa menjadi hamba-Nya yang ikhlas. Amiin.
setidaknya hal ni berguna untuk konsumsi bathin kita, untuk memperbaiki terus ibadah kita agar mantap untuk tetap mengharap Ridho-Nya, dan kesehatan hati yang terpenting…karna ada yang bilang

tak seorangpun yang dapat menyakiti hati kita tanpa seizin kita!!!!!

so, semua nya tergantung pada diri kita sendiri…. La Tahzan…!!!!!!!