Duhai…

Duhai engkau yang berjalan di atas kebenaran

Begitu banyak di luar sana yang sedang mencari-cari di manakah kebenaran itu berada

Begitu banyak di luar sana yang berusaha menemukan arti kehidupan yang sesungguhnya

Bahkan mereka berjalan sampai begitu jauhnya,

demi mencari tahu darimana kah dirinya berasal,

lalu akan kemanakah dirinya setelah bumi ini benar-benar hancur.

 

Duhai engkau yang menopang amanah risalah

Di setiap diri-diri ini, tertetapkan bahwa diri adalah penerus dakwah

Di setiap jiwa-jiwa ini, tertugaskan untuk memberi petunjuk kepada kebenaran

Di setiap hati-hati ini, terwajibkan agar memberikan nasihat dalam kebaikan

Baik kepada mereka yang belum mengetahui,

pun bagi mereka yang sedang tersesat jalannya,

kemudian itulah nilai diri yang wajib dipertahankan.

 

Duhai jiwa-jiwa yang rela berlelah-lelah

Bukan karena imbalan uang

Bukan karena rayuan jabatan

Melainkan karena cintanya kepada pemilik alam semesta sekalian

Karena rindunya menyongsong kemenangan Islam

Karena inginnya bertemu dengan kekasih Rabb semesta alam

Bersabarlah

Bertahanlah

Berlapang-dada-lah

Bersyukurlah

Allah masih tancapkan hatimu pada tali-tali agama ini.

Semoga menjadi hujjah buatmu di akhirat nanti.

Masih Kurang?

1 hari ada 24 jam. Tapi kok belakangan ini saya merasa kekurangan waktu untuk beraktivitas ya?!

Dalam satu hari ini, saya ingin mengerjakan beberapa hal, selain pekerjaan kantor. Aktivitas rutin, melakukan ini, itu. Tapi kenyataanya, tak banyak yang terlaksana.

Sepertinya bukan jatah waktu yang kurang, tapi sayanya gak memaksimalkan waktu yang sudah Allah berikan. Bahkan, tanpa sadar malah menyia-nyiakan waktu tersebut.

Kalau begitu, saya masih perlu banyak belajar. Ya, pastinya.

Ini yang dinamakan masih kurang? Iya, kurang bersyukur!
Karena sebetulnya, dengan memanfaatkan waktu sebaik-baiknya pun adalah bentuk kesyukuran kita kepada Allah.

Jadi, masih kurang?

Belajar lagi, Niel!

Bahagiakanlah Hidupmu di Hari Ini!

Jangan mengira bahwa setelah kebaikan itu tidak ada keburukan, Dan jangan mengira bahwa keburukan itu hanyalah pukulan sekejap

Seseorang yang telah mencapai kebahagiaan berkata, “Hari yang indah adalah hari di mana kita menguasai dunia, dan ia tidak menguasai kita. Ia adalah hari dimana kita dapat mengendalikan syahwat dan kesenangan serta kita tidak pernah tunduk kepadanya baik secara terpaksa atau sukarela.”

Diantara hari-hari tersebut ada yang terus-menerus kuingat dan tidak pernah kulupakan. Hari dimana aku dapat mengalahkan nafsuku dan aku mampu keluar dari ujian keraguan terhadap perkara-perkara yang mampu dan tidak mampu aku lalui, maka itulah hari yang indah dan mencapai keindahan.

Keindahan hari tersebut ada pada saat aku ragu untuk memutuskan antara mengerjakan sesuatu yang akan dipuji orang atau sesuatu yang orang tidak tahu, karena itu tidak ada pujian. Namun, kuputuskan membuang segala keinginan terhadap pujian itu. Aku lebih senang dan puas dengan amal yang ku ingat, dimana tidak ada seorang pun yang mengucapkan selamat kepadaku, bahkan tidak seorangpun mendengarnya.

Keindahan hari tersebut adalah dimana aku harus memilih antara kantongku yang penuh dengan lembaran uang, tetapi hati nurani ku kosong dari kemuliaan dan kehormatan. Maka lebih baik kuputuskan untuk bertangan kosong daripada hati nurani ku menjadi hampa.

Hari-hari ini akan terasa indah, dan yang paling indah di dalamnya adalah bagianku yang sangat sedikit. Hanya saja bagian tersebut berupa kesadaran terhadap kemampuan yang telah aku miliki. Dengan demikian ia menjadi sangat banyak, Alhamdulilah.

Pelita: “Sesungguhnya Allah, bila mencintai seseorang, maka Dia akan mengujinya”

Bekal : “Berbahagialah dengan apa yang ada di tangan Anda. Merasa puas dan Ridhalah dengan anugerah Allah untuk Anda. Tinggalkanlah impian-impian yang tidak selaras dengan usaha dan kemampuan Anda”.

dikutip dari buku: Tips menjadi Wanita Paling Bahagia di Dunia by DR. ‘Aidh Bin “Abdullah Al-Qarni, MA (Penulis Buku La Tahzan)

Semoga bermanfaat 🙂